Latest Posts
Ada banyak cara untuk memperingati Hari Pahlawan, salah satunya dengan mengadakan kompetisi skateboard, seperti yang diadain oleh Metropolis Apartment. Bertempatkan di halaman parkir Metropolis Apartment, pada tanggal 16 November 2008 kemarin beberapa skateboarder dari beberapa kota besar di Indonesia pada berdatangan untuk mengikuti kompetisi.



Dengan memakai obstacle seperti banks, box, pyramid dan quarter, semua skateboarder pada sibuk menghajar semua obstacle yang ada pagi itu. Seperti pada umumnya kompetisi street di Indonesia, kompetisi dibagi menjadi dua kelas, pemula dan open. Di kelas pemula yang keliatan menonjol, adalah Rico dari Gresik, Apri dan Demy dari Surabaya. Sedangkan dikelas open tidak lain dan tidak bukan adalah Deny TX dari Jakarta run skateboarder satu ini hampir sempurna. Disusul oleh Juni Candra dari Surabaya dan Yayan Setya dari Solo.

Setelah puas melihat kompetisi skateboard, penonton dihibur dengan penampilan band-band local Surabaya, seperti Gundam, Boy Horror, dll. Terima kasih buat panitia, Metropolis Apartment, Surabaya Skateboarders dan brand-brand local yang sudah mensponsori kompetisi ini.




Result:

|| Beginner ||

1.Rico
2.Apri
3.Demi



|| Open ||

1.Deny TX | Sponsor : DC, Quicksilver, StepA, DeadBoy
2.Candra | Sponsor : Zealot
3.Yayan | Sponsor : HIF




|| Best Trick Class ||

Eddo Paais | Sponsor : OompaLoompa, Endcidential





Words n pics by iPut
Sepertinya free magazine lagi mewabah di Indonesia, satu lagi majalah gratisan yang mengangkat olahraga extreme sebagai materi utamanya. Ialah JSI Sportz Magazine, majalah yang berisikan tentang Motocross, BMX dan Skateboard. Untuk merayakan ulang tahun pertamanya, JSI Sportsz mengadakan “Xtreme Party” di Van Java café Surabaya pada tanggal 20 Desember 2008 kemarin. Menurut yang punya majalah, party ini diadakan untuk mengumpulkan semua komunitas olahraga extreme yang ada di Indonesia. Dan memberi penghargaan pada mereka yang commit dengan olaraga extreme yang ditekuni nya.



Sekitar pukul 8 malam, para undangan dari komunitas Motocross, BMX dan Skateboard, udah pada berdatangan memenuhi Van Java café. Acara dibuka oleh bunda Fela, direktur JSI Sportsz dengan sedikit sambutan dan acara tiup lilin. Kemudian di lanjutkan dengan sexy dancer dan penyerahan penghargaan bagi mereka yang commit di bidangnya. Di skateboard, Tony Sruntul mendapat penghargaan sebagai ujung tombak perkembangan skateboard di Indonesia. Selamat buat Tony Sruntul, yang memang selama ini sudah exist dan berprestasi di dunia per skateboard an Indonesia.



Trus dilanjutkan dengan peragaan busana oleh beberapa wakil dari BMX dan Skateboard, yang akhirnya mengocok perut seisi ruangan. Dan acara ini berakhir seperti party-party pada umumnya. Happy 1st Anniversary to JSI Sportsz Magazine.




Words and pics by iPut


21 June 2008 adalah kali ketiga komunitas skateboard surabaya merayakan Go Skateboarding Day. Acara yang di organizing oleh Burger Inisiatif (sebuah EO khusus Skateboarding) ini sebenarnya hanya direncanakan kurang dari 15 menit dan mendapatkan support langsung dari Volcom Indonesia, Endcidential Skateboards Shop, Fadict Sk8bit, Zealot Skateboards dan Happen Skateboards Magazine.
Acara diawali dengan Mboseh bareng dengan rute mulai dari taman Bungkul terus ke Jl. Darmo Kali ke arah Utara sampai ke Jl. Dinoyo dan berbelok arah ke Barat menuju Jl. Raya Darmo terus kembali ke arah Selatan menuju taman Bungkul. Mboseh bareng ini diikuti semua Skateboarder dari Surabaya dan sekitarnya, seperti Sidoarjo, Bojonegoro, Bangkalan, Madiun, bahkan dari Sragen juga datang serta tidak lupa skateboarder Amatir Indonesia juga meramaikan acara ini, yaitu Indra Kubon (Volcom) dan Mario Palandeng (Volcom).



Setelah Mboseh diadakan Game of Skate contest yang di ikuti beberapa peserta yang sangat konsisten dalam memainkan flip trik. Diantaranya ada Somad Adi (Endcidential), Pevi Permana (Rusty), Evan Black (Zealot), Ramdan, Samid, Izad (Rusty) dan banyak lagi lainnya. Semua bermain dengan maksimal untuk mendapatkan posisi jawara. Akhirnya di final tinggal dua skateboarder yaitu Evan Black dan Pevi Permana hingga dimenangkan oleh Pevi Permana.
Berikutnya Indra Kubon yang berduet dengan Bizma sebagai MC sedikit memberikan kejutan untuk mengendorkan ketegangan selama Game of Skate berlangsung. Indra Kubon membagi-bagikan merchandise & produk Volcom kepada semua yang hadir di taman Bungkul Surabaya.



Selain itu juga diadakan High Ollie Contest yang dipimpin langsung oleh Indra Kubon. Contest ini dimenangkan oleh Candra (flow by Zealot). Dan contest yang terakhir adalah Best Trick contest dengan obstacle down rail. Peserta hanya diberikan waktu 13 menit untuk melakukan trik terbaiknya. Diantara peserta ada Somad Adi yang mengeluarkan trik 50-50 grind Canon Ball out dan Demi yang mengeluarkan trik Feeble grind yang paaaaanjaang dari ujung hingga ujung rail hingga mengantarkan Demi sebagai pemenang Best Trick contest.



Result:
Game of Skate : Pevy Permana Rusty [bandung]

Highest ollie : Candra [surabaya]
Best trick : Demy [surabaya] trik: feble grind

Another picture


Pementasan drama dan musik yang berjudul A Comedy Musical Miss Kadaluarsa bakal digelar di Surabaya, tepatnya di Gedung Gramedia Expo Jl Basuki Rahmad pada 13-14 Agustus mulai pukul 19.30 waktu surabaya :p, Demi memasyarakatkan pertunjukan itu, pada beberapa waktu yang lalu kemarin digelar acara ngobrol santai dan temu kangen :p dengan sebagian bintangnya di Blowfish Cafe,Surabaya. Musikal Miss Kadaluarsa dibintangi Oleh Uli Herdinansyah,Sarah Sechan dan Tika Pangabean dan didukung penuh oleh EKI dance Company.

Musikal Miss Kadaluarsa yang disutradarai oleh Rusdy Rukmarata dan nanang hape bakal mengangkat romantika kehidupan wanita masa kini yang memiliki segalanya, kecuali cinta. Memadukan tari,teater dan musik
serta lagu dalam proporsi yang pas, menghibur sekaligus inspiratif.
Kiranya musikal ini bisa menjadi refleksi bagi masyarakat masa
kini dalam memandang karier, cinta dan lembaga perkawinan.


Tiket juga bisa diperoleh di Jl. Prof Dr Moestopo 11A telp. 5021631
Pada tanggal 4 - 10 Agustus 2008, Indonesian Young Designers (IYD) untuk kedua kalinya akan mengadakan pameran desain, yang kali ini mengambil tajuk "Indonesian Young Designer Week 2008: Design Market and Exhibiton". Pameran yang bertempat di Gwalk Shop House Ciputra, Surabaya ini akan menampilkan karya para desainer muda Indonesia dan internasional, baik mahasiswa maupun para lulusan baru dari beberapa daerah, dari berbagai disiplin desain, Graphic, Product, Fashion, Textile, Photography, Architecture, Model making, Interior, Animation, Installation, Video, dan lainnya.



Indonesian Young Designers (IYD) sendiri telah berdiri selama dua tahun sebagai organisasi independen yang menaungi para desainer muda Indonesia, dan sebelumnya telah berhasil menggelar pameran perdana di Jakarta pada tanggal 12 - 13 Januari 2007, yang bertajuk “Indonesian Young Designers Week 2007: I, express. I, design.”, di mana organisasi ini telah menjadi wadah bagi para desainer muda Indonesia untuk berkreasi, berdiskusi dan membangun desain Indonesia. Pada kesempatan kali ini, selain para desainer dapat memamerkan dan memasarkan hasil karyanya, para desainer muda dapat mulai belajar memasuki dunia desain yang ketat dan kompleks.

IYD masih membuka pendaftaran bagi para desainer muda yang ingin mengikuti acara ini hingga tanggal 18 Juni 2008. Formulir pendaftaran dapat di peroleh di kantor Surabaya Post – Jalan Bukit Damo Golf Regency kav R31-32 atau pendaftaran online melalui website IYD www.indonesianyoungdesigners.com. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi: Ferry (+6281 2303 2121) dan Olyvia (flexi: +6231 7251 9190).

Tentang IYD

Indonesian Young Designers (IYD) adalah organisasi yang didirikan mahasiswa Indonesia lintas universitas dari berbagai disiplin, utamanya desain. Dibentuk pada Mei 2006, IYD bertujuan mencari dan menjadi langkah awal bagi cikal bakal lahirnya para desainer Indonesia yang handal, inovatif dan kreatif, dan dapat membawa Indonesia di dunia desain internasional. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal para desainer Indonesia tanpa terkecuali, tidak dibatasi umur, gender, ras dan bidang desain, untuk bersama – sama membangun dunia desain Indonesia dan berkarya tanpa batas. IYD terbuka bagi setiap desainer muda yang bervisi sama untuk bergabung dan berperan dalam dinamika desain bersama IYD.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan menghubungi:
Ferry
Tel : +62 81 23032121
Fax : +62 31 7317285
E-mail : iyd@indonesianyoungdesigners.com

source:eventweb
Lomography is the commercial trademark of Lomographische AG, Austria for products and services related to photography. The name is inspired by the former state-run optics manufacturer LOMO PLC of Saint Petersburg, Russia. LOMO PLC created and produced the 35 mm LOMO LC-A Compact Automat camera - which became the centerpiece of Lomography's marketing and sales activities. This camera was loosely based upon the Cosina CX-1 and introduced in the early 1980s.

Lomography emphasizes casual, snapshot photography. Characteristics such as over-saturated colors, off-kilter exposure, blurring, "happy accidents," and alternative film processing are often considered part of the "Lomographic Technique.Users are encouraged to take a lighthearted approach to their photography, and use these techniques to document everyday life, as the Lomo LC-A's small size, simple controls, and ability to shoot in low light encourages candid photography, photo reportage, and photo vérité.

Since the introduction of the original Lomo LC-A, Lomography has produced and marketed an entire line of their own branded analog cameras. Most Lomographic cameras are designed to produce a single photographic effect. For example, the Lomography Fisheye camera features a built-in wideangle lens, and shoots fisheye-distorted photos. In 2005, production of the original Lomo LC-A was discontinued. Its replacement, the LC-A+, was introduced in Fall 2006. The new camera, made in China rather than Russia, featured the original Russian lens manufactured by LOMO PLC. This changed as of mid-2007 with the lens now made in China also.

Similar to Eastman Kodak's concept of the "Kodak moment," the Lomography motto of "don't think, just shoot" presumes spontaneity, close-ups, and ubiquity, while deemphasizing formal technique. Typical lomography cameras are deliberately low-fidelity and inexpensively constructed. Some cameras make use of multiple lenses and rainbow-colored flashes, or exhibit extreme optical distortions and even light leaks.


The Best Lomography Camera

> Diana+
Starflower
* Film format: 120
* Size: 5” x 3.75” x 3” (12.5cm x 9.5cm x 7.6cm)
* Variable shutter (daytime & “B” for unlimited long exposures)
* 12-shot (5.2x5.2cm), 16-shot (4.2x4.2cm), and endless Panorama (4.6x4.6cm) formats
* Removable lens for super-wide-angle pinhole shots.

> Lomo LC-A+
Starflower
* Size: 4.25" (10.5cm) x 2.5" (6cm) x 1.6" (4cm)
* Weight: 0.65lb (0.3kg)
* Format: all 35mm (color negative, slide, b&w)
* Lens: Minitar 1 32/2.8 (Multicoated)
* Focal length: 32mm
* Available apertures: 2.8, 4, 5.6, 8, 11, 16
* Shutter speeds: 1/500 to unlimited (via auto-exposure)
* Exposure: program automatic (selects aperture & shutter automatically)
* Multiple Exposure switch for unlimited shots on 1 frame
* Flash: standard hotshoe with second-curtain sync
* Standard tripod & cable release thread
* Film can be processed at any 35mm lab, supermarket, drug store, swapmeet, etc.

> Holga CMY
Starflower
* Size: 22cm (8.65in) x 17,5cm (7in) x 9,5cm (3.75in)
* Weight: 730g (1.6lb)
* Format: all 120 medium format film (color negative, slide, b&w)
* Lens: Plastic 60mm, f/8
* Focus: manual zone focus with four distance settings
* Approximate 35mm format equivalent focal length: 38mm
* Aperture settings: f/8, f/11
* Shutter speeds: 1/125, “B“
* Flash: Color gel system (yellow, red, blue, clear), powered by 2 “AA” batteries
* Uncoupled advance & shutter release for multiple & partial exposures
* Standard tripod thread
* Professional lab development only

> Fisheye No 2
Starflower
* Size: 4.25" (10.5cm) x 2.5" (6cm) x 2.5" (6cm)
* Weight: 0.5lb (0.23kg)
* Format: all 35mm (color negative, slide, b&w)
* Field of Vision: 170 degrees
* Approximate focal length: 10mm
* Fixed aperture: f/8
* Shutter speeds: 1/100, “B“
* Flashes: Standard hotshoe & built-in flash (powered by one “AA“ battery)
* Multiple Exposure switch for unlimited shots on 1 frame
* Film can be processed at any 35mm lab, supermarket, drug store, swapmeet, etc.

> SuperSampler
Starflower
Size
6.5cm (2.5") x 3.25cm (1.25") x 10.15cm (4")

Lens
4 Panoramic 20mm Plastic Lenses

Shutter
Two speeds available: 4 photos in 2 seconds (.50sec/photo) or 4 photos in 0.2 seconds (.05sec/photo)

Focus
0.3 meter (1') to infinity. No focus setting required.

> Lomo Smena Symbol Ref
Starflower
Film Type : All standard 35mm
Lens : Triplet 43 / 40mm, f/4
Weight : 289g
Size : 70 x 100 x 60mm
Focal Range : 1m to infinity
Shutter Speeds : B, 1/15, 1/30, 1/60,1/125, 1/250
Aperture Ring : 8 blades
Apertures : f/4, f/5.6, f/8, f/11,f/16
Flash : Standard Hot-shoe, sync at all speeds

> Oktomat
Starflower
Size: 4.25" x 3" x 1.25" (11cm x 7.5cm x 3.2cm)
Weight: 0.4lb (0.2kg)
Film Type: 35mm (Negative, Slide, and B&W)
Lenses: 8 individual units
Serial Exposure time: Approx. total 2.5 seconds for all lenses to fire
Approx. Lens Aperture: f/8
Approx. Shutter Speed: 1/100 sec
Processing: Standard 35mm processing at any lab, supermarket, bullfight, etc

> Pop 9 - black edition
Starflower
Lens : 9 individual lenses. F=24mm, F/11
Format : All 35mm Flim
Range : 0.8m (2.5') - infinity
Surface : High-Polish Metallic Gold
Shutter : Mechanical, speed 1/100 second
Viewfinder Type : Direct Vision
Film Transport : Manual
Flash : Built-in electronic
Power : "AA" battery (alkaline recommended)
Dimensions : 30mm (1.15") x 62mm (2.5") x 115.5mm (4.5")
Processing : Developing is possible anywhere

So what u waiting for .. Don't think, just shoot !!

031boys
Scene underground rock di Surabaya bermula dengan semakin tumbuh-berkembangnya band-band independen beraliran death metal/grindcore sekitar pertengahan tahun 1995. Sejarah terbentuknya berawal dari event Surabaya Expo (semacam Jakarta Fair di DKI - Red) dimana band- band underground metal seperti, Slowdeath, Torture, Dry, Venduzor, Bushido manggung di sebuah acara musik di event tersebut.

Setelah event itu masing-masing band tersebut kemudian sepakat untuk mendirikan sebuah organisasi yang bernama Independen. Base camp dari organisasi yang tujuan dibentuknya sebagai wadah pemersatu serta sarana sosialisasi informasi antar musisi/band underground metal ini waktu itu dipusatkan di daerah Ngagel Mulyo atau tepatnya di studio milik band Retri Beauty (band death metal dengan semua personelnya cewek, kini RIP - Red). Anggota dari organisasi yang merupakan cikal bakal terbentuknya scene underground metal di Surabaya ini memang sengaja dibatasi hanya sekitar 7-10 band saja.

Rencana pertama Independen waktu itu adalah menggelar konser underground rock di Taman Remaja, namun rencana ini ternyata gagal karena kesibukan melakukan konsolidasi di dalam scene. Setelah semakin jelas dan mulai berkembangnya scene underground metal di Surabaya pada akhir bulan Desember 1997 organisasi Independen resmi dibubarkan. Upaya ini dilakukan demi memperluas jaringan agar semakin tidak tersekat-sekat atau menjadi terkotak-kotak komunitasnya.

Pada masa-masa terakhir sebelum bubarnya organisasi Independen, divisi record label mereka tercatat sempat merilis beberapa buah album milik band-band death metal/grindcore Surabaya. Misalnya debut album milik Slowdeath yang bertitel “From Mindless Enthusiasm to Sordid Self-Destruction” (September 96), debut album Dry berjudul “Under The Veil of Religion” (97), Brutal Torture “Carnal Abuse”, Wafat “Cemetery of Celerage” hingga debut album milik Fear Inside yang bertitel “Mindestruction”. Tahun-tahun berikutnya barulah underground metal di Surabaya dibanjiri oleh rilisan-rilisan album milik Growl, Thandus, Holy Terror, Kendath hingga Pejah.

Sebagai ganti Independen kemudian dibentuklah Surabaya Underground Society (S.U.S) tepat di malam tahun baru 1997 di kampus Universitas 45, saat diselenggarakannya event AMUK I. Saat itu di Surabaya juga telah banyak bermunculan band-band baru dengan aliran musik black metal. Salah satu band death metal lama yaitu, Dry kemudian berpindah konsep musik seiring dengan derasnya pengaruh musik black metal di Surabaya kala itu.

Hanya bertahan kurang lebih beberapa bulan saja, S.U.S di tahun yang sama dilanda perpecahan di dalamnya. Band-band yang beraliran black metal kemudian berpisah untuk membentuk sebuah wadah baru bernama ARMY OF DARKNESS yang memiliki basis lokasi di daerah Karang Rejo. Berbeda dengan black metal, band-band death metal selanjutnya memutuskan tidak ikut membentuk organisasi baru. Selanjutnya di bulan September 1997 digelar event AMUK II di IKIP Surabaya. Event ini kemudian mencatat sejarah sendiri sebagai event paling sukses di Surabaya kala itu. 25 band death metal dan black metal tampil sejak pagi hingga sore hari dan ditonton oleh kurang lebih 800 – 1000 orang. Arwah, band black metal asal Bekasi juga turut tampil di even tersebut sebagai band undangan.

Scene ekstrem metal di Surabaya pada masa itu lebih banyak didominasi oleh band-band black metal dibandingkan band death metal/grindcore. Mereka juga lebih intens dalam menggelar event-event musik black metal karena banyaknya jumlah band black metal yang muncul. Tercatat kemudian event black metal yang sukses digelar di Surabaya seperti ARMY OF DARKNESS I dan II.

Tepat tanggal 1 Juni 1997 dibentuklah komunitas underground INFERNO 178 yang markasnya terletak di daerah Dharma Husada (Jl. Prof. DR. Moestopo,Red). Di tempat yang agak mirip dengan rumah-toko (Ruko) ini tercatat ada beberapa divisi usaha yaitu, distro, studio musik, indie label, fanzine, warnet dan event organizer untuk acara-acara underground di Surabaya. Event-event yang pernah di gelar oleh INFERNO 178 antara lain adalah, STOP THE MADNESS, TEGANGAN TINGGI I & II hingga BLUEKHUTUQ LIVE.

Band-band underground rock yang kini bernaung di bawah bendera INFERNO 178 antara lain, Slowdeath, The Sinners, Severe Carnage, System Sucks, Freecell, Bluekuthuq dan sebagainya. Fanzine metal asal komunitas INFERNO 178, Surabaya bernama POST MANGLED pertama kali terbit kala itu di event TEGANGAN TINGGI I di kampus Unair dengan tampilnya band-band punk rock dan metal. Acara ini tergolong kurang sukses karena pada waktu yang bersamaan juga digelar sebuah event black metal. Sayangnya, hal ini juga diikuti dengan mandegnya proses penggarapan POST MANGLED Zine yang tidak kunjung mengeluarkan edisinya yang terbaru hingga kini.

Maka, untuk mengantisipasi terjadinya stagnansi atau kesenjangan informasi di dalam scene, lahirlah kemudian GARIS KERAS Newsletter yang terbit pertama kali bulan Februari 1999. Newsletter dengan format fotokopian yang memiliki jumlah 4 halaman itu banyak mengulas berbagai aktivitas musik underground metal, punk hingga HC tak hanya di Surabaya saja tetapi lebih luas lagi. Respon positif pun menurut mereka lebih banyak datang justeru dari luar kota Surabaya itu sendiri. Entah mengapa, menurut mereka publik underground rock di Surabaya kurang apresiatif dan minim dukungannya terhadap publikasi independen macam fanzine atau newsletter tersebut. Hingga akhir hayatnya GARIS KERAS Newsletter telah menerbitkan edisinya hingga ke- 12.

Divisi indie label dari INFERNO 178 paling tidak hingga sekitar 10 rilisan album masih tetap menggunakan nama Independen sebagai nama label mereka. Baru memasuki tahun 2000 yang lalu label INFERNO 178 Productions resmi memproduksi album band punk tertua di Surabaya, The Sinners yang berjudul “Ajang Kebencian”. Selanjutnya label INFERNO 178 ini akan lebih berkonsentrasi untuk merilis produk- produk berkategori non-metal. Sedangkan untuk label khusus death metal/brutal death/grindcore dibentuklah kemudian Bloody Pigs Records oleh Samir (kini gitaris TENGKORAK) dengan album kedua Slowdeath yang bertitel “Propaganda” sebagai proyek pertamanya yang dibarengi pula dengan menggelar konser promo tunggal Slowdeath di Café Flower sekitar bulan September 2000 lalu yang dihadiri oleh 150- an penonton. Album ini sempat mencatat sold out walau masih dalam jumlah terbatas saja. Ludes 200 keping tanpa sisa.